
Halo, Sobat Digital!
Di era digital yang serba cepat ini, perhatian audiens adalah aset paling berharga. Dengan begitu banyak informasi yang berseliweran, tantangan terbesar adalah membuat bisnis Anda tidak sekadar “mampir” di layar mereka, tapi juga menarik perhatian dan mendorong mereka untuk bertindak.
Nah, di sinilah dua elemen kunci digital marketing berperan yaitu Landing Page dan Website. Tapi, mana yang lebih efektif untuk bisnis Anda? Atau, mungkin Anda membutuhkan keduanya? Mari kita bahas hingga tuntas
Apa Itu Website dan Landing Page?
Website adalah Rumah Digital untuk Bisnis Anda

Website adalah pusat informasi bisnis Anda. Website seperti mall besar, di mana pengunjung bisa menjelajahi berbagai toko, restoran, dan spot menarik. Mereka bisa membaca blog, melihat portofolio, atau mencari kontak Anda.
Fungsi utama website:
- Membangun brand awareness jangka panjang.
- Memberikan informasi lengkap tentang produk/layanan.
- Menghubungkan bisnis Anda dengan media sosial dan channel pemasaran lainnya.
Landing Page adalah Halaman Spesial untuk Menaikkan Penjualan

Landing page adalah halaman khusus yang dirancang untuk satu tujuan spesifik, seperti mendorong pengunjung untuk mendaftar, membeli, atau mengisi formulir. Landing page seperti booth promo eksklusif di mall dengan tulisan besar: “Diskon 50%! Hanya Hari Ini!”
Fungsi utama landing page:
- Meningkatkan penjualan dari iklan berbayar (Google Ads, Meta Ads, dll.).
- Memfokuskan audiens pada satu penawaran spesifik.
- Mengumpulkan leads dengan lebih efektif.
Kapan Anda Membutuhkan Landing Page?
Landing page adalah pilihan tepat jika tujuan Anda adalah konversi cepat. Berikut beberapa situasi di mana landing page sangat dibutuhkan:
- Menjalankan Iklan Berbayar
Jika Anda menginvestasikan uang untuk iklan Google Ads atau Meta Ads, pastikan audiens diarahkan ke landing page yang relevan, bukan homepage website.
- Promosi Flash Sale atau Campaign Spesifik
Landing page membantu Anda fokus pada satu penawaran, seperti diskon besar-besaran atau event khusus.
- Mengumpulkan Leads
Dengan formulir yang dirancang baik, landing page bisa menjadi alat efektif untuk mengumpulkan data pelanggan potensial.
- Menguji Strategi Pemasaran
Landing page memungkinkan Anda melakukan A/B testing untuk menguji efektivitas strategi pemasaran sebelum menerapkannya ke website utama.
Contoh: Anda menjalankan iklan Instagram untuk promosi webinar. Jika audiens diarahkan ke homepage website yang penuh pilihan, mereka mungkin bingung.
Solusinya? Buat landing page khusus dengan CTA jelas: “Daftar Sekarang & Dapatkan E-Book Gratis!”

Kapan Anda Membutuhkan Website?
Website adalah wajah digital bisnis Anda. Jika orang ingin tahu lebih dalam tentang bisnis Anda, mereka pasti mencari website-nya. Berikut beberapa alasan mengapa website penting:
- Membangun Brand Awareness
Website membantu Anda membangun citra dan reputasi bisnis dalam jangka panjang.
- Memberikan Informasi Lengkap
Website adalah tempat untuk menampilkan produk/layanan, blog, portofolio, dan testimoni pelanggan.
- Meningkatkan Kepercayaan
Dengan konten berkualitas dan desain profesional, website bisa meningkatkan kepercayaan calon pelanggan.
Contoh: Anda memiliki bisnis jasa digital marketing. Calon klien pasti ingin membaca artikel blog Anda, melihat portofolio, atau mengecek siapa saja yang pernah bekerja sama dengan Anda sebelum menghubungi.
Anda juga bisa menambahkan logo trusted pada landing page agar orang lebih yakin seperti pada contoh dibawah ini

Cara Membuat Landing Page yang Benar-Benar ‘Nendang’
Oke, Anda sudah tahu landing page itu penting. Tapi bagaimana cara membuat yang benar-benar bisa konversi? Ini elemen wajibnya:
01. Gunakan Headline yang Powerfull
Judul adalah hal pertama yang dilihat pengunjung. Jangan sampai datar dan membosankan!
- Kurang menarik:
Solusi bisnis terbaik untuk Anda.
- Lebih efektif:
Dapatkan 100 Leads Pertama Anda dalam 7 Hari Tanpa Ribet!
02. Desain Simpel, Fokus ke Konversi
- Jangan Memuat Terlalu Banyak Informasi:
Desain landing page yang terlalu ramai justru akan membuat pengunjung bingung dan kehilangan fokus. Tujuan utama landing page adalah mengarahkan pengunjung untuk melakukan satu tindakan spesifik, jadi desain harus simpel dan fokus.
- Gunakan Warna Kontras untuk Tombol CTA:
Pastikan tombol Call-to-Action (CTA) menonjol dengan warna yang kontras dengan latar belakang. Misalnya, tombol merah atau hijau cerah di atas latar belakang putih.
- Minimalkan Teks:
Jangan membanjiri pengunjung dengan terlalu banyak informasi. Gunakan teks yang singkat, padat, dan langsung ke inti.
- Optimalkan untuk Mobile:
Karena 80% pengguna internet mengakses konten melalui ponsel, pastikan landing page Anda responsif dan mudah dinavigasi di perangkat mobile.
03. CTA yang Jelas & Menggoda
Call-to-Action (CTA) itu seperti ajakan untuk masuk ke klub eksklusif. Harus membuat orang tidak tahan untuk klik!
- Biasa saja:
Download Sekarang.
- Lebih engaging:
Ambil E-Book Gratisnya Sekarang!
04. Bukti Sosial, Testimoni itu Wajib Banget
Orang lebih percaya jika ada bukti nyata. Jadi, tambahkan testimoni pelanggan, studi kasus, atau angka statistik yang mendukung.
Contoh: “Sejak pakai layanan ini, omzet saya naik 200% dalam 3 bulan!” – Budi, Owner Coffee Shop.
05. Kecepatan Loading Harus Kilat
Fakta: 47% orang akan meninggalkan halaman jika loading lebih dari 3 detik. Jadi, pastikan landing page Anda ringan, cepat, dan bebas error.
06. A/B Testing: Jangan Berhenti Bereksperimen
Coba berbagai versi headline, CTA, warna, dan tata letak. Terkadang, perubahan kecil bisa meningkatkan konversi hingga 200%!
Website vs. Landing Page, Harus Pilih Salah Satu?
Tidak perlu! Justru, kombinasi website dan landing page bisa memberikan hasil maksimal.

Arahkan pengunjung dari website ke landing page untuk kampanye tertentu. Contoh: Anda menulis artikel blog tentang strategi digital marketing. Di akhir artikel, tawarkan e-book gratis dengan CTA yang mengarah ke landing page untuk mendapatkan leads.
Lalu Mana yang Lebih Baik?
Jawabannya tergantung tujuan Anda! Gunakan landing page jika Anda ingin konversi instan. Gunakan website jika Anda ingin membangun kepercayaan dan brand awareness jangka panjang.
Dengan menggabungkan keduanya secara strategis, bisnis Anda tidak hanya ramai pengunjung, tapi juga bisa meningkatkan konversi secara maksimal.